Posts

Diketahui sebuah spesies yang bereproduksi secara seksual dan berkromosom diploid hidup dalam suatu habitat. Karena keterbatasan sumber daya untuk bertahan hidup, spesies ini berpindah ke area di mana sumber daya banyak dan dalam proses tersebut mereka terbagi menjadi dua populasi, X dan Y. Alel a tiba-tiba muncul dalam salah satu individu populasi X. Jika alel ini dapat juga ditemukan dalam populasi Y, tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S).

1.         Diketahui sebuah spesies yang bereproduksi secara seksual dan berkromosom diploid hidup dalam suatu habitat. Karena keterbatasan sumber daya untuk bertahan hidup, spesies ini berpindah ke area di mana sumber daya banyak dan dalam proses tersebut mereka terbagi menjadi dua populasi, X dan Y. Alel a tiba-tiba muncul dalam salah satu individu populasi X. Jika alel ini dapat juga ditemukan dalam populasi Y, tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S). A.         Populasi X dan Y tak pernah bertemu dalam area geografis yang sama. B.         Populasi X dan Y memiliki perbedaan waktu kematangan reproduktif sehingga memiliki musim kawin yang berbeda. C.          Keturunan yang berasal dari perkawinan individu populasi X dan individu populasi Y mati sebelum mencapai usia kematangan reproduktif. D.    ...

Lay merupakan seorang mahasiswa S2 Biologi di Universitas Stanford. Untuk mendapatkan gelar Master, ia melakukan penelitian dengan burung Finch (Geospiza fortis) di Pulau Daphne Major, Kepulauan Galapagos. Ketebalan paruh dari kedua induk burung Finch dan seluruh anakannya diukur. Pengukuran dilakukan pada tahun 1976 (titik merah) dan 1978 (titik biru). Hasil pengukuran ditunjukkan sebagai berikut.

Image
1.         Lay merupakan seorang mahasiswa S2 Biologi di Universitas Stanford. Untuk mendapatkan gelar Master, ia melakukan penelitian dengan burung Finch ( Geospiza fortis ) di Pulau Daphne Major, Kepulauan Galapagos. Ketebalan paruh dari kedua induk burung Finch dan seluruh anakannya diukur. Pengukuran dilakukan pada tahun 1976 (titik merah) dan 1978 (titik biru). Hasil pengukuran ditunjukkan sebagai berikut.   Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S). A.         Metode tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan apakah suatu fenotip disebabkan oleh faktor eksternal atau faktor keturunan. B.         Ketebalan paruh pada G. fortis lebih banyak dipengaruhi oleh faktor genetik daripada faktor lingkungan. C.          Peningkatan ketebalan paruh rata-rata populasi G. fortis pada tahun 1978 dapat disebab...

Untuk mengetahui umur fosil, para peneliti menggunakan metode penanggalan radiokarbon yang umum dikenal juga dengan istilah penanggalan 14C. Metode ini didasarkan kepada rasio kelimpahan isotop karbon 14C terhadap 12C di dalam fosil. Jumlah isotop 14C dalam suatu materi organik akan menjadi separuh jumlah asalnya dalam waktu 5.730 tahun. Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S).

1.         Untuk mengetahui umur fosil, para peneliti menggunakan metode penanggalan radiokarbon yang umum dikenal juga dengan istilah penanggalan 14 C. Metode ini didasarkan kepada rasio kelimpahan isotop karbon 14 C terhadap 12 C di dalam fosil. Jumlah isotop 14 C dalam suatu materi organik akan menjadi separuh jumlah asalnya dalam waktu 5.730 tahun. Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S). A.         Semakin tua suatu sampel fosil, semakin banyak 14 C yang dapat dideteksi dalam sampel fosil tersebut. B.         Rasio jumlah isotop 14 C terhadap 12 C dalam fosil yang berusia 50.000 tahun lebih mendekati nol daripada fosil yang berusia 21.000 tahun. C.          Agar hasil estimasi menjadi akurat, kelimpahan isotop 14 C di atmosfer harus konstan sepanjang waktu. D.         Umur f...

Tentukan pernyataan berikut benar (B) atau salah (S) berkaitan dengan teori evolusi Darwin.

1.         Tentukan pernyataan berikut benar (B) atau salah (S) berkaitan dengan teori evolusi Darwin. A.     Terdapat perbedaan kemampuan reproduksi diantara anggota populasi. B.         Tekanan seleksi menyebabkan peningkatan laju mutasi. C.          Proses Darwinian Selection terjadi pada level populasi. D.         Proses Darwinian Selection akan terjadi lebih cepat pada populasi dengan keragaman genetik yang tinggi. JAWAB        : [A] adalah BENAR [B] adalah SALAH [C] adalah BENAR [D] adalah BENAR

Tentukan pernyataan berikut benar (B) atau salah (S) berkaitan dengan hubungan antara proses mikroevolusi dengan ukuran populasi.

1.         Tentukan pernyataan berikut benar (B) atau salah (S) berkaitan dengan hubungan antara proses mikroevolusi dengan ukuran populasi. A.         Proses seleksi alam akan berjalan lebih efektif pada populasi yang berukuran besar. B.         Deleterious allele (alel dengan efek yang membahayakan) lebih mungkin terfiksasi (frekuensi alel di dalam populasi = 1) pada populasi yang berukuran kecil. C.          Pada populasi dengan ukuran yang besar kemungkinan perubahan frekuensi alel disebabkan karena proses yang random (acak). D.         Peningkatan homozygosity diasosiasikan dengan penurunan ukuran populasi. JAWAB        : [A] adalah BENAR [B] adalah BENAR [C] adalah SALAH [D] adalah BENAR

Prof. Kai melakukan penelitian terhadap mutan ragi auksotrof yang tidak mampu mensintesis senyawa G. Ia memiliki 7 strain ragi berbeda yang mengalami mutasi pada enzim yang berperan dalam sintesis senyawa G. Untuk mengetahui mutasi pada masing-masing strain, ia melakukan percobaan dengan menambahkan senyawa-senyawa intermediet (A-F) yang dibutuhkan untuk sintesis senyawa G pada medium minimal dan menumbuhkan ketujuh strain tersebut pada masing-masing medium. Hasil percobaan ditunjukkan pada tabel berikut. Tanda + menunjukkan adanya pertumbuhan ragi, sedangkan tanda o menunjukkan tidak ada pertumbuhan.

1.         Prof. Kai melakukan penelitian terhadap mutan ragi auksotrof yang tidak mampu mensintesis senyawa G. Ia memiliki 7 strain ragi berbeda yang mengalami mutasi pada enzim yang berperan dalam sintesis senyawa G. Untuk mengetahui mutasi pada masing-masing strain, ia melakukan percobaan dengan menambahkan senyawa-senyawa intermediet (A-F) yang dibutuhkan untuk sintesis senyawa G pada medium minimal dan menumbuhkan ketujuh strain tersebut pada masing-masing medium. Hasil percobaan ditunjukkan pada tabel berikut. Tanda + menunjukkan adanya pertumbuhan ragi, sedangkan tanda o menunjukkan tidak ada pertumbuhan. Mutan Suplemen yang Ditambahkan ke Medium Minimal A B C D E F G 1 o o o O o o + 2 + o + O + o + 3 ...

Gambar berikut ini merangkum suatu proses penting di dalam sel.

Image
1.         Gambar berikut ini merangkum suatu proses penting di dalam sel.   Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S). A.         Beberapa enzim yang dibutuhkan pada proses A diantaranya adalah helikase, primase, topoisomerase, RNA polimerase, ligase, dan telomerase. B.         Pada eukariot, produk dari proses A hanya ditemukan di dalam nukleus, sedangkan produk dari proses B dapat ditemukan di dalam nukleus maupun sitosol. C.          Prokariot mengalami proses B dan C pada lokasi yang sama dan di saat yang hampir sama sehingga pada pengamatan mikroskopis akan terlihat struktur poliribosom. D.         Pada eukariot, produk dari proses B hanya dapat menghasilkan satu jenis polipeptida, sedangkan pada prokariot dapat menghasilkan lebih dari satu polipeptida. JAWAB ...